proses pengembangan
Jalan Gajah Mada Karangjati 99, RT. 04 RW. 02 Email:rantingdarungan@gmail.com; HP/WA. 081357604186; 085233338519; Dusun Krajan Desa Darungan Kec. Tanggul Kab. Jember Prov. Jawa Timur. Kode Pos: 68155 Titik Koordinat: Lintang 8°09'25.1"S 113°29'20.8"E dan Bujur: -8.156980, 113.489121
TUJUAN NU
PIMPINAN RANTING NU DARUNGAN MASA KHIDMAT 2023-2028
Minggu, 31 Desember 2017
Rabu, 06 Desember 2017
Jumat, 01 Desember 2017
NU NETRAL (SEBUAH KEHARUSAN)
Trenggalek, NU Online
Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Trenggalek, KH. Fatchulloh Sholeh angkat suara dengan majunya Bupati Trenggalek, Emil Elistianto Dardak yang juga mantan Ketua PCINU Jepang sebagai Wakil Khofifah dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018 ini.
Gus Loh, sapaan akrab beliau, memastikan bahwa NU sebagai ormas keagamaan, sosial dan kemasyarakatan bukan dalam kapasitas mengusung atau mendukung. Sebaliknya, beliau mengingatkan bahwa tugas NU adalah menjaga kondusivitas masyarakat.
"Karena ada hal yang lebih penting (dibandingkan persoalan dukung-mendukung, red) yaitu menjaga aqidah aswaja, NKRI, dan kemaslahatan umat," kata Gus Loh di kediamannya, Selasa (28/11).
Secara terpisah, Rais Syuriah PCNU Trenggalek, KH. Ma'shum, menyatakan bahwa NU Trenggalek telah mengambil sikap dalam Pilgub ini. Pertemuan antara Pengurus NU dan Syuriah menegaskan bahwa NU Trenggalek netral.
Bahkan menurut pengasuh Pesantren Hidayatulloh Pule tersebut, seluruh pengurus NU Trenggalek, lembaga dan banom, dari tingkat cabang hingga anak ranting, sudah sepakat untuk mundur sementara jika terlibat sebagai tim pemenangan salah satu calon. Hal itu juga disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
"NU sebagai organisasi besar harus tetap memegang prinsip rahmatan lil 'alamin," tegas Kyai Ma'shum.
Sedikitnya 4 kader NU bertarung dalam Pilgub Jatim 2018 ini. Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Azwar Anas di satu kubu dan Khofifah Indarparawansa dan Emil Dardak di kubu lainnya.
Sumber : https://www.nu.or.id
Selasa, 24 Oktober 2017
Jadwal kegiatan 28 Oktober 2017
HATAMAN NU DARUNGAN
Hari : Sabtu malam Ahad
Tanggal : 09 Shaffar 1439 H / 28 Oktober 2017 M
Jam : 20.00 s.d. selesai
Tempat : Musholla Komplek Sekretariat Ranting NU Darungan
Peserta hataman : Pengurus NU dan warga
Hari : Sabtu malam Ahad
Tanggal : 09 Shaffar 1439 H / 28 Oktober 2017 M
Jam : 20.00 s.d. selesai
Tempat : Musholla Komplek Sekretariat Ranting NU Darungan
Peserta hataman : Pengurus NU dan warga
Selasa, 26 September 2017
AGENDA RANTING NU DARUNGAN
SANTUNAN ANAK YATIM
Hari : Ahad
Tanggal : 25 Muharram 1439 H /
15 Oktober 2017 M
J a m : 09.00 WIB
Tempat : Sekretariat Ranting NU Darungan
Acara : Santunan Anak Yatim ( 60 anak )
Muballig : Habib Umar (Tanggul)
Selengkapnya: unduh
dokumentasi :
Hari : Ahad
Tanggal : 25 Muharram 1439 H /
15 Oktober 2017 M
J a m : 09.00 WIB
Tempat : Sekretariat Ranting NU Darungan
Acara : Santunan Anak Yatim ( 60 anak )
Muballig : Habib Umar (Tanggul)
Selengkapnya: unduh
dokumentasi :
![]() |
| Sambutan Rais Syuriyah Ranting NU Darungan, H. ACH TAUFIQ, S.Pd.I SANTUNAN 1438 H / 2016 M |
Minggu, 10 September 2017
PENGURUS RANTING NU DARUNGAN (RESHUFFLE)
SUSUNAN
PENGURUS RANTING NU DARUNGAN (RESHUFLE)
Masa
Khidmat : 2013 – 2018
A. SYURIYAH
|
||
1. Rais
Wakil
Rais
Wakil
Rais
Wakil
Rais
Wakil
Rais
|
:
H. Ach Taufiq Misraji, S.Pd.I (Durinan Sumberbulus)
: H. Baidowi (Karangjati)
: Ust. Ach Sibli
Azroi (Karangjati)
: H. Basori Alwi (Gunung Bukit)
: H. Agus
Mutawakkil Alallah (Karangjati)
|
|
2. Katib
Wakil
Katib
Wakil
Katib
|
: Ust.
Mistu / P. Muzakkir (Karanganyar)
: Ust. Abd Rozaq (Pakeman)
: Ust. Hanafi (Pakeman)
|
|
3. A’wan
|
||
-
Ust. Lukman (Karangsengon)
-
H. Nasrulloh (Durinan)
-
Ust. Sulaiman (Jumbatan)
-
H. Ahmad Samhaji (Kemirian)
-
H. Zainul Arifin, S.Ag., M.Pd.I. (K.Jati)
-
Sudin, S.Pd. (PTPN Bag. Tulis)
|
-
Samari / P. Muhammad (Kr. sengon)
-
Ust. Sunaryo / P. Saefuddin (Kr.Anyar)
-
Ust. Abd Mannan (Kidulkebun)
-
P. Nurhasan Abdurrahman (Sumberbulus)
-
H. Mansur Abd Kadir (Karanganyar)
|
|
B. TANFIDZIYAH
|
||
1. Ketua
Wakil
Ketua I
Wakil
Ketua II
Wakil
Ketua III
Wakil
Ketua IV
Wakil
Ketua V
|
: Ust.
Abu Hasan Toyyib (Lorkali Krajan)
: Ust. Sutiono P. Firman (Jumbatan)
: Ust. Nursalim (Jumbatan)
: Ust. Nurul Mustofa Arifin (Karanganyar)
: Ust. Badrut Tamam (Pakeman)
: Ust. Masyhuri P. Imam (Karangjati)
|
|
2. Sekretaris
Wakil
Sekretaris
|
: Ust.
Suparmanto (Krajan)
: Ust. Sunarso Adi Putra (Pakeman)
|
|
3.
Bendahara
Wakil
Bendahara
|
: Zainul
Haqiqi (Karangjati)
: Ust. Abdul Jalil P. Laela (Karangjati)
: M. Holil P. Sup (Kidulkebun)
|
|
KETERANGAN
JAM’IYYAH
A. SURAT PENGURUS RANTING NAHDLATUL ULAMA
DARUNGAN
1.
Koferensi Ranting : Ahad 8 Rabiul Awal
1434 H / 20 Januari 2013 M, di Masjid Darussalam dusun Krajan desa Darungan.
2.
Rekom MWC NU Tanggul, Nomor : 039/MWC/Tanf/L-32.23/III/2013,
tanggal 9 Maret 2013.
3.
Reshufle
Pengurus, Sabtu, 19 Rajab 1438 / 15 April 2017 M, di Sekretariat Ranting NU Darungan.
B. PENGESAHAN PENGURUS OLEH PCNU JEMBER
1.
SK PCNU Jember, Nomor : 0334/PC/A.II/L-32/III/2013
pada tanggal 2 Jumadil Akhir 1434 H / 11 Maret 2013 M (PENGESAHAN PERTAMA PASCA
KONFERENSI RANTING)
2. SK PCNU Jember, Nomor : 99/PC/A.II/L-32/IX/2017, 19 Dzulhijjah 1438 H / 10 September 2017 M (PENGESAHAN KEDUA / RESHUFLE RANTING)
3. Masa khidmat berakhir hari Sabtu, 3 Jumadil Awwal 1439 H / 20 Januari 2018 M.
2. SK PCNU Jember, Nomor : 99/PC/A.II/L-32/IX/2017, 19 Dzulhijjah 1438 H / 10 September 2017 M (PENGESAHAN KEDUA / RESHUFLE RANTING)
3. Masa khidmat berakhir hari Sabtu, 3 Jumadil Awwal 1439 H / 20 Januari 2018 M.
AKSI SOSIAL KEMANUSIAAN UNTUK ROHINGYA
Jember. Tragedi kemanusiaan yang terjadi terhadap
etnis Rohingya di negara Myanmar menyayat hati nurani dan menjadi sorotan
publik, tidak terkecuali pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul
Ulama' (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama' (IPPNU) Kecamatan Tanggul
Kabupaten Jember Jawa Timur.
Disela acara gerak jalan Tanggul Jember Tradisional (TAJEMTRA)
yang di gelar oleh pemerintah Kabupaten Jember, Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU
Kecamatan Tanggul menggelar Aksi Sosial Kemanusiaan dengan menggalang dana
untuk membantu kebutuhan saudara muslim Rohingya di Myanmar yang kondisinya
sangat memprihatinkan (baca: berbagai
sumber).
Penggalangan dana di laksanakan di alun-alun Tanggul
pada sore (15.00-16.00. Red) hari
tanggal 09 September 2017. Dari penggalangan tersebut terkumpul sebesar Rp. 855.200.00,-
yang nantinya akan di salurkan langsung melalui Lembaga Amil Zakat, Infak dan
Shodakoh (LAZISNU) Kabupaten Jember.
Ketua PAC IPNU Kecamatan Tanggul, Rekan Muhammad Abdul
Hakim dalam kegiatan Aksi Sosial tersebut menyampaikan bahwa, "Ini
menjadi salah satu perjuangan kita dalam mengisi kemerdekaan, selain kita ikut
serta dalam kegiatan TAJEMTRA, kita juga menyerukan Aksi Sosial untuk saudara
muslim kita Rohingya yang ada di Myanmar. Dengan kegiatan sosial ini harapannya
bisa membantu meringankan penderitaan mereka dan menjadi pembelajaran untuk
para anggota IPNU-IPPNU Kecamatan Tanggul (dan pelajar lainnya. Red)." Ungkapnya
di sela kegiatan.
Kegiatan tersebut menuai respon positif dari
masyarakat Tanggul dan sekitarnya. Tak terkecuali dari Ketua Majelis Wakil
Cabang Nahdlatul Ulama Tanggul (MWC NU Tanggul), Drs. H. Sanuri, M.Si. Bagus!, saya mengapresiasi IPNU-IPPNU Tanggul
semacam itu (Penggalangan dana. Red). Jadi tidak hanya bicara, tetapi dengan tindakan
nyata. Kami tidak menilai berapa nominal yang didapat, namun rasa kepeduliannya
ini yang penting dan mahal harganya bagi kami selaku orang tua. Ujarnya, di
tempat terpisah.
Sehingga IPNU-IPPNU Kecamatan Tanggul menjadi salah
satu organisasi yang memberikan citra yang baik terhadap para pelajar secara
umum. Kami sangat menghimbau kepada para pelajar untuk ikut dan bergabung dalam
setiap kegiatan yang di selenggarakan oleh IPNU-IPPNU, khususnya yang ada di
Kecamatan Tanggul.
Senin, 31 Juli 2017
INI WASIAT UNTUK PENGURUS NU DARI RANTING HINGGA PBNU
Surabaya, NU Online
Pengurus MWCNU Bubutan Surabaya menggelar pelantikan sekaligus Haul ke-55 KH Ridlwan Abdullah, Pencipta Lambang NU. Setelah dibacakan SK PCNU Surabaya, Rais Syuriyah PCNU Surabaya KH Sulaiman Nur mengambil sumpah. Prosesi pelantikan dilaksanakan di Gedung Negara Indonesia Jl Bubutan (29/7).
Setelah dilantik para pengurus MWC NU Bubutan mendapatkan motivasi dari Katib Syuriah PWNU Jatim KH Syarifuddin Syarif. Kiai asal Brebes ini mengatakan, sebagai pengurus NU di semua tingkatan yang dicari hanyalah ridha Allah dan berkah para ulama.
"Di NU itu tidak ada banyarannya, meskipun menjadi pengurus cabang, wilayah, bahkan PBNU. Tidak ada bayarannya," tegas Kiai Syafruddin.
Nahdlatul Ulama sejak berdiri hingga sekarang memiliki tantangan yang luar biasa. Tantangan itu tidak sama. Setiap masa memiliki tantangan yang berbeda. Belum lagi NU harus menghadapi tantangan yang tidak kelihatan. "Peran kiai dan bu nyai saat ini sudah diambil oleh kiai Google dan bu nyai Youtube," kata Kiai Syafruddin.
Semua orang saat ini dengan mudahnya mengakses internet. Seolah tanpa skat antara mereka dengan dunia maya. Semua konten keagamaan sudah tersedia di google. Mau tanya apa pasti akan muncul. Entah itu salah atau benar. "Maka dari itu, itu tugas besar dan berat yang harus dihadapi secara bersamaan," pinta alumnus Ponpes Zainul Hasan Genggong ini.
Yang lebih dasar lagi, para kiai dan ulama diminta untuk menjaga agama. Agama harus tetap berada di jalan yang lurus. Tidak boleh agama ditarik ke kanan yang notabene radikal dan ditarik ke kiri yang notabene liberal. "Agama harus kita jaga, siapa lagi yang akan menjaga agama kalau bukan organisasi ulama ini," terangnya.
Kedua, pengurus harus sering silaturrahmi dengan jamaah. Acara halal bihalal ini salah satu cara untuk menyapa dan silaturrahmi antara jam'iyah dan jamaah. "Halal bihalal ini juga sebagai ajang silaturrahmi antara yang hidup dengan para pendahulu kita," ungkapnya.
Halal bihalal PCNU Surabaya ini juga digelar haul ke-55 KH Ridlwan Abdullah. Acara ini dihadiri pengurus lengkap PCNU Surabaya, pengurus Muslimat Surabaya, dan Muslimat Bubutan. Hadir pula para pejabat Pemkot Surabaya.
Pengurus MWCNU Bubutan Surabaya menggelar pelantikan sekaligus Haul ke-55 KH Ridlwan Abdullah, Pencipta Lambang NU. Setelah dibacakan SK PCNU Surabaya, Rais Syuriyah PCNU Surabaya KH Sulaiman Nur mengambil sumpah. Prosesi pelantikan dilaksanakan di Gedung Negara Indonesia Jl Bubutan (29/7).
Setelah dilantik para pengurus MWC NU Bubutan mendapatkan motivasi dari Katib Syuriah PWNU Jatim KH Syarifuddin Syarif. Kiai asal Brebes ini mengatakan, sebagai pengurus NU di semua tingkatan yang dicari hanyalah ridha Allah dan berkah para ulama.
"Di NU itu tidak ada banyarannya, meskipun menjadi pengurus cabang, wilayah, bahkan PBNU. Tidak ada bayarannya," tegas Kiai Syafruddin.
Nahdlatul Ulama sejak berdiri hingga sekarang memiliki tantangan yang luar biasa. Tantangan itu tidak sama. Setiap masa memiliki tantangan yang berbeda. Belum lagi NU harus menghadapi tantangan yang tidak kelihatan. "Peran kiai dan bu nyai saat ini sudah diambil oleh kiai Google dan bu nyai Youtube," kata Kiai Syafruddin.
Semua orang saat ini dengan mudahnya mengakses internet. Seolah tanpa skat antara mereka dengan dunia maya. Semua konten keagamaan sudah tersedia di google. Mau tanya apa pasti akan muncul. Entah itu salah atau benar. "Maka dari itu, itu tugas besar dan berat yang harus dihadapi secara bersamaan," pinta alumnus Ponpes Zainul Hasan Genggong ini.
Yang lebih dasar lagi, para kiai dan ulama diminta untuk menjaga agama. Agama harus tetap berada di jalan yang lurus. Tidak boleh agama ditarik ke kanan yang notabene radikal dan ditarik ke kiri yang notabene liberal. "Agama harus kita jaga, siapa lagi yang akan menjaga agama kalau bukan organisasi ulama ini," terangnya.
Kedua, pengurus harus sering silaturrahmi dengan jamaah. Acara halal bihalal ini salah satu cara untuk menyapa dan silaturrahmi antara jam'iyah dan jamaah. "Halal bihalal ini juga sebagai ajang silaturrahmi antara yang hidup dengan para pendahulu kita," ungkapnya.
Halal bihalal PCNU Surabaya ini juga digelar haul ke-55 KH Ridlwan Abdullah. Acara ini dihadiri pengurus lengkap PCNU Surabaya, pengurus Muslimat Surabaya, dan Muslimat Bubutan. Hadir pula para pejabat Pemkot Surabaya.
SUMBER : http://www.nu.or.id/
Rabu, 26 Juli 2017
Jumat, 16 Juni 2017
Kisah Nabi Muhammad Pertama Kali Mendapatkan Malam Lailatul Qadar
Malam lailatul qadar adalah malam datangnya keberkahan dan kemuliaan (QS Al-Qadr: 1). Malam yang lebih baik dari 1000 bulan (QS Al-Qadr: 3) ini memberikan jaminan kebaikan secara berkesinambungan di mana malaikat turun ke bumi melimpahkan segala kemuliaan dari Allah SWT bagi hamba yang dikehendaki-Nya.
Kemuliaan berkesinambungan tersebut dinyatakan dalam salah satu ayat Al-Qur’an berbunyi, Tanazzalul malaikat war ruh (QS Al-Qadr: 4). Kata Tanazzalul adalah bentuk yang mengandung arti kesinambungan, atau terjadinya sesuatu pada masa kini dan masa datang. (M. Quraish Shihab, 1999).
Malam yang hadir pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan menurut beberapa riwayat jatuh pada tanggal-tanggal ganjil ini menuntut kesiapan dari manusianya itu sendiri untuk mendapatkan malam lailatul qadar.
Artinya, apabila jiwa telah siap, kesadaran telah tumbuh dan bersemi, dan lailatul qadar datang menemui seseorang, ketika itu malam kehadirannya menjadi saat qadar, dalam arti saat menentukan bagi perjalanan sejarah hidupnya di masa-masa mendatang.
Saat itu bagi seorang hamba adalah saat titik tolak guna meraih kemuliaan dan kejayaan hidup di dunia dan di akhirat kelak. Sejak saat itu pula malaikat akan turun guna menyertai dan membimbingnya menuju kebaikan sampai terbit fajar kehidupannya yang baru kelak di hari kemudian.
Saat-saat menentukan dan mengubah seluruh kehidupan Nabi Muhammad dan umatnya ialah ketika beliau menyendiri di Gua Hira. Saat itu merupakan momen pertama kali Nabi SAW menemukan malam lailatul qadar. Ketika jiwa beliau telah mencapai kesuciannya, turunlah Al-Ruh (Jibril) membawa ajaran dan membimbing Nabi sehingga terjadilah perubahan total dalam perjalanan hidup beliau bahkan perjalanan hidup umat manusia.
Sekilas dari kisah Nabi di atas, lailatul qadar tidak mungkin akan diraih kecuali oleh orang-orang tertentu saja. Malam lailatul qadar diraih oleh manusia ketika dia telah siap dengan segala kebaikan dan kemuliaan hatinya. Jadi, hadirnya malam yang akan mengubah perjalanan hidup seorang tersebut menuntut peran aktif manusia dalam beramal, beribadah, melakukan kebaikan untuk semua manusia, dan menyucikan jiwanya.
Tamsil dari datangnya malam yang mulia tersebut dapat dijelaskan yaitu ketika ada tamu agung yang berkunjung ke satu tempat tidak akan menemui setiap orang di lokasi itu, walaupun setiap orang di tempat itu mendambakannya. Bukankah ada orang yang sangat rindu atas kedatangan kekasih, namun ternyata sang kekasih tak sudi mampir menemuinya?
Demikian juga dengan lailatul qadar. Itu sebabnya bulan Ramadhan menjadi bulan kehadirannya, karena bulan ini adalah bulan penyucian jiwa. Sebab itu, diduga oleh Rasulullah lailatul qadar datang pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.
Karena ketika itu, diharapkan jiwa manusia yang berpuasa selama dua puluh hari sebelumnya telah mencapai satu tingkat kesadaran dan kesucian yang memungkinakan malam mulia itu berkenan mampir menemuinya. Itu pula sebabnya Nabi SAW menganjurkan sekaligus mempraktikkan i’tikaf (berdiam diri dan merenung di masjid) pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan. Wallahu a’lam bisshowab.
(SUMBER: http://www.nu.or.id/post/read/78935/kisah-nabi-muhammad-pertama-kali-mendapatkan-malam-lailatul-qadar)
Disarikan dari M. Quraish Shihab dalam buku karyanya ”Membumikan Al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat.” (Mizan, 1999).

