TUJUAN NU

BERLAKUNYA AJARAN ISLAM YANG MENGANUT FAHAM AHLUSUNNAH WAL JAMA’AH UNTUK TERWUJUDNYA TATANAN MASYARAKAT YANG BERKEADILAN DEMI KEMASLAHATAN, KESEJAHTERAAN UMAT DAN DEMI TERCIPTANYA RAHMAT BAGI SEMESTA (PASAL 8 AYAT (2) ANGGARAN DASAR NU)

PIMPINAN RANTING NU DARUNGAN MASA KHIDMAT 2023-2028

RAIS SYURIYAH: Ust. ABD. ROZAQ (Pakeman, Dusun Jumbatan) bersama KETUA TANFIDZIYAH: Ust. ABU HASAN TOYIB (Lorkali, Dusun Krajan)

Minggu, 13 Juli 2025

DAMPAK SOUND HOREG

DAMPAK SOUND HOREG

 

A.      POSITIF

 

Dampak positif sound horeg meliputi pendorong ekonomi lokal, sarana hiburan alternatif, dan media ekspresi budaya serta sosial. Fenomena ini menciptakan lapangan kerja bagi banyak pihak, mulai dari teknisi hingga pedagang kaki lima, serta menggerakkan perekonomian UMKM melalui acara-acara yang dihadiri oleh banyak pengunjung. Selain itu, sound horeg juga bisa menjadi sarana hiburan yang disukai banyak orang dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sosial seperti pengajian dan santunan, meskipun dengan pengaturan yang tepat. 

1. Pendorong ekonomi 

·         Menciptakan lapangan kerja: 

Industri sound horeg membuka lapangan kerja bagi teknisi audio, kru panggung, pengemudi, dan operator. 

·         Meningkatkan pendapatan UMKM: 

Acara sound horeg menarik banyak pengunjung sehingga menguntungkan pedagang kaki lima, jasa parkir, dekorasi, dan katering di sekitar lokasi acara. 

·         Mendukung industri kreatif: 

Banyak kreator konten yang memanfaatkan tren ini untuk membuat konten daring dan menghasilkan pendapatan dari iklan. 

·         Memberi manfaat sosial dari keuntungan: 

Keuntungan dari acara sound horeg sering digunakan untuk kegiatan sosial seperti santunan anak yatim, pembangunan masjid, atau pembelian ambulans. 

2. Sarana hiburan dan rekreasi

·         Hiburan alternatif: 

Menjadi sarana rekreasi yang disukai oleh para penggemar musik jedag-jedug, serta menarik orang untuk sekadar merasakan keramaian acara tersebut. 

·         Ekspresi kebersamaan: 

Dapat menjadi ajang kebersamaan bagi masyarakat untuk merayakan momen-momen penting dengan hiburan yang mereka nikmati. 

3. Media ekspresi budaya dan sosial

·         Ekspresi budaya: 

Sound horeg bisa menjadi cerminan dinamika modernisasi dan menjadi bentuk ekspresi budaya lokal bagi sebagian masyarakat. 

·         Memperkuat identitas lokal: 

Fenomena ini dapat memperkuat identitas budaya lokal melalui perayaan dan partisipasi masyarakat dalam acara tersebut. 

·         Menghibur berbagai kegiatan: 

Dapat dimanfaatkan untuk kegiatan positif seperti resepsi pernikahan, pengajian, dan shalawatan, selama diatur dengan baik dan tidak menimbulkan mudharat. 

 

 

 

B.      NEGATIF

 

Dampak sound horeg terutama bersifat negatif bagi kesehatan, seperti gangguan pendengaran permanen, tinnitus (telinga berdenging), dan hiperakusis (sensitivitas berlebih terhadap suara). Selain itu, kebisingan juga dapat menyebabkan stres kronis, gangguan tidur, peningkatan risiko penyakit jantung, dan penurunan konsentrasi serta produktivitas. Dampak sosialnya juga signifikan, termasuk konflik dengan norma lokal, potensi paparan konten dewasa pada anak-anak, serta gangguan ketenangan bagi warga sekitar. 

Dampak kesehatan

  • Pendengaran:
    • Kerusakan permanen pada telinga bagian dalam. 
    • Tinnitus, yaitu sensasi telinga berdenging yang terus-menerus. 
    • Hiperakusis, yaitu sensitivitas berlebihan terhadap suara. 
    • Potensi pecahnya gendang telinga akibat suara yang terlalu keras. 
  • Fisik:
    • Peningkatan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. 
    • Risiko hipertensi (tekanan darah tinggi) dan gangguan irama jantung. 
    • Gangguan tidur, insomnia, dan kelelahan. 
    • Sakit kepala. 
  • Mental dan kognitif:
    • Stres dan kecemasan. 
    • Penurunan konsentrasi dan produktivitas, terutama pada anak-anak dan remaja. 

Dampak sosial

  • Lingkungan dan norma:
    • Mengganggu ketenangan lingkungan dan warga sekitar, terutama lansia atau yang sedang sakit.
    • Menimbulkan benturan dengan tradisi dan kearifan lokal seperti wayang kulit atau kesenian daerah.
  • Generasi muda:
    • Potensi paparan konten dewasa yang tidak sesuai usia karena acara digelar secara terbuka.
    • Pergeseran nilai etika dan moral di kalangan generasi muda akibat paparan atmosfer yang menyerupai diskotik.
  • Potensi konflik:
    • Konflik kepentingan antara hak untuk bersenang-senang dan hak warga lain untuk menikmati ketenangan.
    • Pemicu perdebatan dan konflik di masyarakat karena benturan berbagai kepentingan. 

Potensi dampak ekonomi (positif)

  • Sebagai penggerak ekonomi lokal dengan membuka lapangan kerja bagi teknisi audio, kru panggung, penari, pembawa acara, dan konten kreator. 

Cara mengatasi dampak

  • Menghindari posisi yang terlalu dekat dengan speaker.
  • Menggunakan pelindung telinga jika harus berada di dekatnya.
  • Memberi waktu istirahat untuk telinga setelah terpapar kebisingan.
  • Segera periksa ke dokter THT jika mengalami gejala seperti telinga berdenging, nyeri, atau penurunan pendengaran. 

Dampak sound horeg terutama bersifat negatif bagi kesehatan, seperti gangguan pendengaran permanen, tinnitus (telinga berdenging), dan hiperakusis (sensitivitas berlebih terhadap suara). Selain itu, kebisingan juga dapat menyebabkan stres kronis, gangguan tidur, peningkatan risiko penyakit jantung, dan penurunan konsentrasi serta produktivitas. Dampak sosialnya juga signifikan, termasuk konflik dengan norma lokal, potensi paparan konten dewasa pada anak-anak, serta gangguan ketenangan bagi warga sekitar. 

Dampak kesehatan

  • Pendengaran:
    • Kerusakan permanen pada telinga bagian dalam. 
    • Tinnitus, yaitu sensasi telinga berdenging yang terus-menerus. 
    • Hiperakusis, yaitu sensitivitas berlebihan terhadap suara. 
    • Potensi pecahnya gendang telinga akibat suara yang terlalu keras. 
  • Fisik:
    • Peningkatan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. 
    • Risiko hipertensi (tekanan darah tinggi) dan gangguan irama jantung. 
    • Gangguan tidur, insomnia, dan kelelahan. 
    • Sakit kepala. 
  • Mental dan kognitif:
    • Stres dan kecemasan. 
    • Penurunan konsentrasi dan produktivitas, terutama pada anak-anak dan remaja. 

Dampak sosial

  • Lingkungan dan norma:
    • Mengganggu ketenangan lingkungan dan warga sekitar, terutama lansia atau yang sedang sakit.
    • Menimbulkan benturan dengan tradisi dan kearifan lokal seperti wayang kulit atau kesenian daerah.
  • Generasi muda:
    • Potensi paparan konten dewasa yang tidak sesuai usia karena acara digelar secara terbuka.
    • Pergeseran nilai etika dan moral di kalangan generasi muda akibat paparan atmosfer yang menyerupai diskotik.
  • Potensi konflik:
    • Konflik kepentingan antara hak untuk bersenang-senang dan hak warga lain untuk menikmati ketenangan.
    • Pemicu perdebatan dan konflik di masyarakat karena benturan berbagai kepentingan. 

Potensi dampak ekonomi (positif)

  • Sebagai penggerak ekonomi lokal dengan membuka lapangan kerja bagi teknisi audio, kru panggung, penari, pembawa acara, dan konten kreator. 

Cara mengatasi dampak

  • Menghindari posisi yang terlalu dekat dengan speaker.
  • Menggunakan pelindung telinga jika harus berada di dekatnya.
  • Memberi waktu istirahat untuk telinga setelah terpapar kebisingan.
  • Segera periksa ke dokter THT jika mengalami gejala seperti telinga berdenging, nyeri, atau penurunan pendengaran. 

 

Sumber:

DAMPAK POSITIF

dan

DAMPAK NEGATIF