TUJUAN NU

BERLAKUNYA AJARAN ISLAM YANG MENGANUT FAHAM AHLUSUNNAH WAL JAMA’AH UNTUK TERWUJUDNYA TATANAN MASYARAKAT YANG BERKEADILAN DEMI KEMASLAHATAN, KESEJAHTERAAN UMAT DAN DEMI TERCIPTANYA RAHMAT BAGI SEMESTA (PASAL 8 AYAT (2) ANGGARAN DASAR NU)

PIMPINAN RANTING NU DARUNGAN MASA KHIDMAT 2023-2028

RAIS SYURIYAH: Ust. ABD. ROZAQ (Pakeman, Dusun Jumbatan) bersama KETUA TANFIDZIYAH: Ust. ABU HASAN TOYIB (Lorkali, Dusun Krajan)

Sabtu, 18 Juli 2026

Mati saat melahirkan anak hasil zina ?

Tim Media PRNU


Mati saat melahirkan anak hasil zina ?

 

Oleh: Ngaji Turats

 

Permasalahan:

 

Seorang perempuan berzina hingga hamil. Ketika melahirkan anak hasil perzinaan tersebut, ia meninggal dunia.

 

Pertanyaan :

 

Salah satu golongan yang mendapatkan pahala syahid adalah perempuan yang meninggal karena melahirkan. Lalu, bagaimana jika yang dilahirkan adalah anak hasil zina? Apakah ia tetap dihukumi mati syahid?

 

Jawaban :

 

Ya. Perempuan yang meninggal dunia karena melahirkan anak hasil zina tetap dihukumi sebagai syahid. Sebab, kematiannya disebabkan oleh proses persalinan, bukan oleh perbuatan zina itu sendiri.

 

Adapun apabila seorang perempuan meninggal dunia akibat sengaja menggugurkan kandungannya, maka ia tidak dihukumi sebagai syahid. Sebab, kematiannya terjadi karena perbuatan maksiat yang menjadi penyebab kematiannya.

 

Sebagaimana di Jelaskan dalam kitab Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, juz 2, hlm. 562

 

وإذا مات بسبب المعصية فليس بشهيد فالمرأة التي تموت بالولادة من الزنا الظاهر أنها شهيدة، أما لو تسببت امرأة في إلقاء حملها فليست بشهيدة للعصيان بالسبب، ومن ركب البحر لمعصية أو سافر آبقًا (هاربًا) أو ناشزة فمات فليس بشهيد.

 

Wallohu a'lam

📚 Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, juz 2, hlm. 562.

 

 

Editor: tim media PRNU Darungan